Sabtu, 17 November 2018

Aspek pada Definisi Kontrol dan Tahapan dalam Perencanaan Audit

Aspek Definisi Control

Suatu sistem untuk mencegah, mendeteksi, dan membenarkan kejadian yang tidak sah atau benar (Unlawful Events) yang terdiri dari 3 aspek yaitu:
  • Kontrol adalah sebuah sistem
Terdiri dari sekumpulan komponen yang saling berelasi yang berfungsi secara bersama-sama untuk menyelesaikan suatu maksud atau tujuan Keabsahan dari suatu kegiatan
  • Kontrol berfokus dengan kejadian tidak benar
Kejadian yang tidak benar (Unalawful Events) dapat muncul jika tidak ada otorisasi, tidak akurat, tidak lengkap, redundansi ,tidak efektif atau tidak efisien pemasukan data kedalam sistem.
  • Kontrol digunakan untuk pemeriksaan
Pemeriksaan digunakan untuk mencegah (prevent), mendeteksi (detect), atau mengoreksi (correct) untuk mengurangi yang mungkin terjadi  karena adanya kejadian yang tidak benar.

Tahapan dalam Perencanaan Audit

  • Mendapatkan Pemahaman Tentang Bisnis dan Bidang Usaha Klien
Agar dapat membuat perencanaan audit secara memadai, auditor harus memiliki pengetahuan tentang  bisnis kliennya agar memahami kejadian, transaksi, dan praktik yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap laporan keuangan.

Auditor Harus mengetahui hal-hal berikut:
  1. Siklus bisnis klien
  2. Manajemen senior
  3. Tujuan dan sasaran manajemen
  4. Sumber daya organisasi
  5. Produk dan jasa, pasar, pelanggan, dan pesaing
  6. Proses inti entitas dan siklus operasional\Keputusan Investasi dan financing entitas
  • Melaksanakan Prosedur Analitis
Prosedur analitis merupakan evaluasi informasi keuangan yang dilakukan dengan mempelajari hubungan yang masuk akal antara data keuangan dan data nonkeuangan. Dengan melakukan analisis ini sangat penting karena dengan melakukan prosedur analitis seluruh kegiatan pemeriksaan dapat tergambar.
  • Membuatn Pertimbangan Awal Tentang Tingkat Materialitas
Tahap ini sering disebut dengan materialitas perencanaan dimana sedikit berbeda dengan tingkat materialitas yang digunakan dalam penyelesaian audit dalam mengevaluasi temuan audit karena situasi yang ada disekitarnya mungkin akan berubah dan informasi tambahan klien akan diperoleh selama masa  pelaksanaan audit. Dalam merencanakan suatu audit, auditor harus menilai materialitas pada dua tingkat  berikut:
  1. Tingkat laporan keuangan kerena pendapat auditor mengenai kewajaran meluas sampai laporan keuangan secara keseluruhan.
  2. Tingkat saldo akun karena auditor menguji saldo akun dalam memperoleh kesimpulan keseluruhan atas kewajaran laporan keuangan.
  • Mempertimbangkan Resiko Audit
Konsep risiko audit sangat penting sebagai dasar mengekspresikan konsep keyakinan yang memadahi. Dalam tahap ini auditor harus membuat penilaian megenai berbagai komponen risiko audit yaitu risiko  bawaan, risiko pengendalian, dan risiko deteksi. Hai ini diperlukan untuk mengarahkan keputusan tentang sifat, waktu, dan luas prosedur audit dan keputusan mengenai penetapan staf audit. 

Resiko bawaan adalah kerentanan suatu asersi terhadap salah saji material, dengan mengasumsikan tidak terdapat pengendalian. Prosedur yang dilaksanakan untuk mendukung penilaian risiko bawaan  biasanya serupa dengan untuk memperoleh pemahaman mengenai bisnis dan industri. Risiko  pengendalian adalah risiko bahwa salah saji material yang dapat terjadi dalam suatu asersi tidak akan sapat dicegah atau dideteksi dengan tepat waktu oleh pengendalian intern entitas. Risiko deteksi adalah risiko bahwa auditor tidak akan mendeteksi salah saji material yang ada dalam suatu asersi. Risiko deteksi dapat dinyatakan sebagai suatu kombinasi dari risiko prosedur analitis dan risiko pengujian terinci. Dalam menentukan risiko deteksi auditor juga harus mempertimbangkan kemungkinan akan membuat suatu kekeliruan.
  • Mengembangkan Strategi Audit Awal untuk Asersi
Auditor kadang membuat keputusan pendahuluan tentang komponen model resiko audit dan mengembangkan strategi awal untuk mengumpulkan bukti-bukti. Setelah memperbaharui pengetahuan  perubahan-perubahan dalam entitas dan lingkungan, dan menjalankan sedikit prosedur rencana audit awal, auditor mungkin harus memulai untuk mengembangkan harapan apakah pengendalian internal  berfungsi sesuai yang diharapkan. Auditor mengembangkan strategi audit awal untuk mengaudit asersi. 

Mengembangkan strategi audit awal untuk asersi yang signifikan bertujuan agar auditor dalam  perencanaan dan pelaksanaan audit dapat menurunkan risiko audit pada tingkat serendah mungkin untuk mendukung pendapat auditor mengenai kewajaran laporan keuangan. Terdapat dua alternatif strategi audit yaitu:

1. \Primarily Substantuve Approach

Strategi ini biasa digunakan dalam audit klien yang pertama kali daripada audit atas klien lama. Strategi ini lebih mengutamakan pengujian substantif dari pada pengujian pengendalian. Auditor relatif lebih sedikit melakukan prosedur untuk memperoleh pemahaman mengenai struktur  pengendalian intern klien.

2. Lower Assesed of Control Risk Approach

Ini merupakan kebalikan dari strategi yang pertama, dimana yang lebih diutamakan dalam strategi ini adalah pengujian pengendalian daripada pengujian substantif. Tetapi auditor dalam hal ini auditor  bukan berarti tidak melakukan pengujian substantif tapi tidak se-ektensif pada pendekatan yang  pertama. Auditor lebih banyak melakukan prosedur untuk memperoleh pemahaman mengenai struktur pengendalian intern klien. Strategi ini sering digunakan dalam audit klien lama.
  • Pemahaman mengenai Pengendalian Intern
Pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen, dan  personel lain yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan yaitu keandalan pelaporan keuangan,kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku,dan efektivitas dan efisiensi operasi. Secara umum, auditor perlu memperoleh pemahaman tentang pengendalian intern kliennya untuk perencanaan auditnya. Secara khusus pemahaman auditor tentang pengendalian intern yang berkaitan dengan suatu asersi digunakan dalam kegiatan: kemungkinan dapat atau tidaknya audit dilaksanakan, salah saji material yang potensial dapat terjadi, risiko deteksi, dan perancangan pengujian substantive.

Audit SIstem Informasi


    Audit pada dasarnya merupkan evaluasi atau penilaian secara sistematis dan objektif mengenai tindakan-tindakan ekonomi yang dilakukan suatu organisasi demi memberikan asersi dan menilai seberapa jauh tindakan-tindakan tersebut sudah sesuai dengan standar yang berlaku yang kemudian hasil tersebut diberikan ke organisasi terkait.

     Menurut Ron Weber dalam bukunya Information System Control and Audit mengatakan bahwa audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien.

     Audit sistem informasi terdiri dari beberapa aspek, antara lain:
  • Effectiveness (Efektifitas)
  • Efficiency (Efisiensi)
  • Availability (Ketersediaan) 
  • Reliability (Kehandalan)
  • Confidentiality (Kerahasiaan)
  • Integrity (Integritas)
  • Security (Keamanan)
     Auditor sistem informasi harus memenuhi standar yang dikeluarakan oleh ISACA yaitu ISACA IS Auditing Standard selain itu ISACA juga mengeluarkan IS Auditing Guidance, dan IS Auditing Procedure. Guidlines mengenai penjelasan bagaimana auditor dapat memenuhi standar dalam berbagai penugasan audit dan prosedur memberikan contoh langkah yang diperlukan dilakukan auditor dalam penugasan audit tertentu sehingga sesuai dengan standard. Standar yang dapat digunakan dalam audit TI antara lain:
  • Audit Charter
  • Audit Independent
  • Profesional Ethic and Standart
  • Profesional Competence
  • Planning
  • Performance of Audit Work
  • Reporting
  • Folow-up Activity
  • Irregularities and irregular Act
  • IT Governance
  • Use of RIsk Assestment in Audit Planning

Senin, 16 Oktober 2017

The Road to Superintelligence

                



                 kita bisa membuat mesin menjadi cerdas dengan memberikannya kecerdasan buatan atau AI (Artificial intelligent), karena kita sudah membuatannya semenjak kita membuat komputer pertama kita telah membuat mesin cerdas, walau hanya sekedar kalkulasi tapi hal tersebut merupakan suatu kecerdasan. Dan sekarang mesin cerdas ini sudah ada dimana-mana dan tidak hanya computer saja selfdriving car, remote control, Handphone , robot, SIRI, kalkulator merupakan contoh mesin cerdas yang sudah ada dan dipakai oleh kita.
               Saat kita bertanya “Mesin Yang Lebih Cerdas”  maka yang kita tanyakan adalah AI yang lebih cerdas. AI sendiri merupakan konsep yang luas tetapi jika kita kategorikan menurut apa yang bisa dilakukannya  maka AI di bagi menjadi 3 kategori :
1.      Artificial Narrow intelligent (ANI)
ANI atau bisa dibilang Weak AI( AI Lemah) adalah AI yang hanya bisa menguasai satu bidang saja, seperti AI pada catur mungkin saja dia bisa menang dari bahkan juara dunia catur tetapi hanya itu saja yg bisa dia lakukan, jika kau menyuruhnya untuk bermain kartu remi maka ia akan kalah walau lawannya adalah se orang pemula.
2.      Artificial General intelligent(AGI)
               AGI atau bisa dibilang Strong AI(AI Kuat) atau Human-level AI(AI Setara Manusia) adalah AI yang kecerdasaannya bisa setara dengan manusia, sebuah mesin atau AI yang bisa melalukan apa yang manusia bisa lakukan. Menurut professor Linda Gottfredson AGI adalah AI yang dapat membuat suatu rencana, menyelasikan masalah, berpikir secara abstrak, mengerti tentang ide yang kompleks, belajar baik belajar biasa atau belajar dari pengalaman.
3.    Artificial Superintelligent(ASI)
                              Menurut Nick Bostrom seorang philosopher ternama asal Universitas Oxford dalam papernya “How Long Before Superintelligent?” mengartikan Superintelligent adalah kecerdasan yang lebih dari manusia tercerdas di bidang apapun baik dalam kreatifitas, pengetahuan, bahkan kemampuan bersosialisasi.
               Jadi dimana kita sekarang? Kita sekarang ada di era ANI, mobil Self-driving,  handphone, SIRI, google translate, bahkan google searchpun adalah contoh dari ANI. Jadi jika ditanya apakah kita bisa membuat yang lebih cerdas dari manusia maka jawabannya ya atau mungkin bukan kita yang akan membuatnya. Hal pertama yang harus kita tempuh untuk membuat AI yang lebih cerdas adalah membuat AI yang kecerdasaannya setara dengan manusia  atau AI AGI, dan jalan menunju AGI bukannlah jalan yang mudah tapi bukan bearti mustahil.
               Setelah kita dapat membuat AI AGI, baru berlanjut ke AI ASI atau AI yang kecerdasaannya melebihi manusia, hal ini mungkin akan terjadi lebih cepat dari jalan menuju AGI dan mungkin juga merekalah para AI AGI yang akan membuatnya.


Sumber :
Nick Bostrom.1997.How Long Before Superintelligence.Int. Jour. Of Future Studies Vol 2
Tim Urban.2015.The AI Revolution: The Road to Superintelligence.www.waitbutwhy.com

Minggu, 07 Mei 2017

Penerapan TQM Terhadap Pengembangan Website Kementerian Pertanian

Penerapan TQM Terhadap Pengembangan Website Kementerian Pertanian

1Fikri Abdilah Marwan
1Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya No. 100, Pondok Cina, Depok 16424, Indonesia
randomness404.blogspot.com
E-mail : Fikri.A.M@student.gunadarma.ac.id

ABSTRAK

Pada penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan pemanfaatan TQM pada website yang dalam hal ini merupakan website kementerian pertanian. Adapun yang menjadi latar belakang penulisan ini karena pada era modern ini penggunaan internet sudah menjadi rutinitas masyarakat dan website menjadi sarana yang lebih mudah, efesien, dan hemat biaya untuk melakukan berbagai aktifitas seperti untuk pengumpulan data, pengumuman, dan menghubungkan instansi-instansi dari berbagai daerah dengan mudah, tapi menggunakan website tidak hanya sekedar membuat tetapi harus juga di kembangkan sehingga dapat terus digunakan dan memenuhi kebutuhan yang pasti terus meningkat seiring jaman, dan penerapan TQM bisa menjadi solusi yang tepat, dengan membandingkan berbagai metode TQM kita dapat melihat metode yang cocok dan dapat diterapkan ke dalam website.

Kata Kunci: TQM, Website, Kementerian Pertanian.

PENDAHULUAN
            Persaingan global semakin meningkat pesat setiap tahunnya, untuk dapat bersaing dan unggul perusahaan memerlukan suatu standar yang dapat dijadikan acuan dasar untuk memperkirakan kualitas yang di inginkan baik itu berupa produk atau jasa yang dihasilkan, kualitas manajemen, dan kualitas karyawan. Bila barang dan jasa di bawah standar acuan yang sudah diterapkan maka kita bisa dikatakan kualitasnya kurang tetapi jika di atas standar acuan makan kita bisa katakan barang dan jasa tersebut sudah memenuhi standar kualitas, begitu pula dengan website diperlukan sebuah standar untuk memastikan kualitas website tersebut berkualitas.
           
Dasar pemikiran Total Quality Management atau TQM cukup sederhana, bahwa cara terbaik untuk menghasilkan kualitas terbaik adalah dengan cara memperbaiki kemampuan komponen-komponen tersebut secara berkesinambungan Dengan dilakukannya perbaikan kualitas secara terus-menerus. Oleh karena itu penerapan TQM perlu diterapkan agar dapat terus berkembang dan tidak ketinggalan jaman.
Dalam hal ini menerapkan TQM kedalam website kementerian Pertanian yang menjadikan website mejadi suatu portal untuk masyarakat baik nasional ataupun internasional untuk mencari informasi maupun sebagai alat sebagai alat penghubung instansi-instansi pertanian di seluruh Indonesia dalam rangka mengumpulkan data, oleh karena itu diperlukannya TQM sebai standar agar website berjalan dengan optimal dan sesuai dengan kebutuhan.

METODE PENELITIAN

            Metode yang saya gunakan dalam jurnal ini adalah data yang diperoleh dari Similar.web dan Statshow.com dengan menggunakan metode perbandingan data yang di dapat akan dibandingkan satu dengan yg lainnya.
            Dalam analisis ini yang akan saya jabarkan adalah sebagai berikut :
  • Banyaknya orang yang berkunjung.
  • Banyaknya halaman yang dikunjungi.
  • Rata-rata halaman yang dilihat pengunjung.
  • Rata-rata waktu pengunjung
  • Tingkat Bounce.
  • Demografik pengunjung

Selain dengan data tersebut saya juga akan menganalisa penggunaan dari model TQM yang tepat untuk diterapkan ke dalam website yang diuji dengan menggunakan studi litelatur.

PEMBAHASAN
1.1  Banyak Pengunjung
Estimasi banyaknya pengunjung yang datang  :

·       Pertanian.co.id
·       Harian             : 15,345           pengunjung
·       Bulanan           : 560,350         pengunjung
·       Tahunan          : 5,600,625      pengunjung

·       litbang.pertanian.go.id
·       Harian             : 15,327           pengunjung
·       Bulanan           : 459,810         pengunjung
·       Tahunan          : 5,594,355      pengunjung

·       tanamanpangan.pertanian.go.id
·       Harian             : 8,411             pengunjung
·       Bulanan           : 252,330         pengunjung
·       Tahunan          : 3,070,015      pengunjung

1.2  Banyaknya Halaman yang dikunjungi
Estimasi banyaknya halaman yang dikunjungi  :

·       Pertanian.co.id
·       Harian             : 33,760           halaman
·       Bulanan           : 1,012,800      halaman
·       Tahunan          : 12,322,400    halaman

·       litbang.pertanian.go.id
·       Harian             : 33,721           halaman
·       Bulanan           : 1,011,630      halaman
·       Tahunan          : 12,308,165    halaman

·       tanamanpangan.pertanian.go.id
·       Harian             : 18,506           halaman
·       Bulanan           : 555,180         halaman
·       Tahunan          : 7,754,690      halaman

1.3  Rata-rata banyaknya halaman yang dikunjungi
Estimasi rata-rata banyaknya pengunjung yang datang  :

·       Pertanian.co.id
·       Laman/pengunjung     : 7,57   halaman

·       litbang.pertanian.go.id
·       Laman/pengunjung     : 2,88   halaman

·       tanamanpangan.pertanian.go.id
·       Laman/pengunjung     : 3,64   halaman

1.4  Rata-rata waktu pengunjung
Estimasi rata-rata waktu pengunjung datang  :

·       Pertanian.co.id
·       Rata-rata waktu          : 7 menit 57 detik

·       litbang.pertanian.go.id
·       Rata-rata waktu          :  3 menit 20 detik

·       tanamanpangan.pertanian.go.id
·       Rata-rata waktu          :  4 menit 13 detik


1.5  Tingkat Bounce
Tingkat Bounce atau persentase pengunju yang hanya melihat satu halaman saja dan langsung keluar.  :

·       Pertanian.co.id
·       Tingkat Bounce          : 45,29%

·       litbang.pertanian.go.id
·       Tingkat Bounce          :  61,08%

·       tanamanpangan.pertanian.go.id
·       Tingkat Bounce          :  46,64 %

1.6  Demografik pengunjung
Asal Negara pengunjung  :

·       Pertanian.co.id

Gambar 1. Demografik pengunjung Pertanian.co.id
Sumber: Similarweb (2017)



·       Indonesia        : 94,56%
·       Singapura        : 1,10%
·       USA                : 0,86%
·       Malaysia         : 0,53%
·       Jepang             : 0,50%

·       litbang.pertanian.go.id


Gambar 2. Demografik pengunjung litbang.pertanian.co.id
Sumber: Similarweb (2017)


·       Indonesia        : 94,49%
·       Singapura        : 1,32%
·       USA                : 0,87%
·       Malaysia         : 0,48%
·       Jepang             : 0,39%

·       tanamanpangan.pertanian.go.id

Gambar 3. Demografik pengunjung tanamanpangan.pertanian.co.id
Sumber: Similarweb (2017)



·       Indonesia        : 100%

2. Total Quality Management (TQM)
            Total Quality Management berasal dari kata “Total” ang artinya keseluruhan atau terpadu,”Quality” yang bearti kualitas, dan “Management” atau manajemen atau pengelola. Dalam pengertiannya TQM menekankan pada kualitas yang didefinisikan dengan mengerjakan segala sesuatu dengan baik sejak awal dengan tujuan memenuhi kepuasaan pelanggan, TQM dapat diartikan sebagai strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi. Kementerian Pertanian sendiri sudah meimplementasikan salah satu model TQM yang ada yaitu ISO atau lebih tepatnya ISO 9001

            ISO 9001 merupakan sistem manajemen mutu dan merupakan persyaratan sistem manajemen yang paling populer, salah satu ciri penerapan ISO 9001 adalah diterapkannya pendekatan proses yang bertujuan untuk meningkatkan efektifitas sistem manajemen mutu, pendekatan ini mensyaratkan organisasi untuk melakukan identifikasi penerapan, pengelolaan dan melakukan peningkatan yang berkesinambungan.

            Akan tetapi dirasakan penggunaan ISO tidaklah cukup, yang hanya berfokus pada kualitas atau dapat dikatakan menjaga kualitas produk dalam hal ini berupa website tetapi tidak untuk meningkatkan kualitas produknya, oleh karena itu diperlukan model lain. Six Sigma adalah salah satu model yang bisa diterapkan, tidak hanya menekankan pada standar minimum kualitas produk tetapi juga untuk meningkatkan kinerja produk dan kepuasaan pelanggan secara terus-menerus. Selain itu Quality Control Circle atau QCC dapat juga diterapkan dengan membuat suatu kelompok yang terdiri dari 3-7 orang dengan pekerjaan yang sejenis untuk membahas dan memecahkan masalah-masalah yang ada dalam website tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas website, hal ini dirasa lebih baik menyerahkan urusan untuk mengembangkan website kepada mereka yang memliki kemampuan yang sama demi mandapatkan kualitas yang sebaik-baiknya.

PENUTUP

  1. Kesimpulan
Dapat kita simpulkan dari data analisis terhadap website kementerian Pertanian(pertanian.co.id), website badan penelitian dan pengembangan pertanian(litbang.pertanian.go.id), dan website resmi kemeneterian pertanian mengenai tanaman pangan(tanamanpangan.co.id) yang berupada data banyaknya pengunjung, banyaknya halaman yang dikunjungi, rata-rata halaman yang dikunjungi, rata-rata waktu pengunjung, dan tingkat bounce pengunjung dapat di lihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1.
Data banyak pengunjung, halaman dilihat, rata-rata halaman,rata-rata waktu, dan tingkat bounce



            Serta Total Quality Management yang untuk diterapkan adalah Six Sigma dimana tidak hanya untuk menjaga kualitas produk tetapi juga untuk meningkatkan kualitas produk tersebut dan Quality Control Circle dimana dibuatnya suatu kelompok kerja khusus yang bertugas untuk memecahkan masalah-masalah yang ada pada website tersebut..

  1. Saran
Saran yang bisa saya sampaikan mengenai penelitian ini adalah kurangnya data yang dapat di ambil dikarenakan dibutuhkannya akun berbayar untuk melihat data yang lebih mendetail, selain itu disarankan untuk memperbanyak sumber data yang diambil lebih banyak data maka hasilnya akan lebih baik, disini saya hanya menggunakan dua website khusus untuk mendapatkan daya yang di inginkan yaitu Similarweb dan statshow.com tetapi ada website lain yang dapat memberikan data yang lebih banyak dan mendetail, akan tetapi biasanya hal itu memerlukan akun berbayar.


DAFTAR PUSTAKA

[1]       Febrianty, Anisa, Fikri, Prasastia, Naufal, Hani. (2017). Analisis web. Bogor

[2]       Wibowo, Andrie.2011.Quality Control Circle. http://management-improvement.blogspot.co.id/.Diakses pada 2-5-2017.

[3]       Bagus, Denny.2009.Balanced Scorecard,Definisi,Konsep dan Perspektif. http://jurnal-sdm.blogspot.co.id.Diakses pada 2-5-2017.

[3]       Putera, Wahyu.2014.Perbedaan Six Sigma dengan Total Quality Management. https://rpwahyu.wordpress.com.Diakses pada 2-5-2017.

Senin, 30 Januari 2017

Internet Of Things ~Smart Agriculture~


Pengertian Internet Of Things (IoT)

   Secara konsep dasar pengertian dari IoT ini adalah menghubungkan berbagai perangkat-perangkat seperti kulkas, TV, radio maupun suatu perangkat khusus yang saling terhubung dengan suatu jaringan internet. Hal ini memungkinan untuk mengendalikan dan mengelola berbagai perangkat dari jarak jauh melalui jaringan dalam hal ini adalah internet, terdengar menarik bukan? mengendalikan sebuah komputer memang bukan hal yang baru tetapi semua perangkat-perangkat yang ada seperti mematikan atau menyalakan TV, mengecek apakah pintu sudah dikunci, menyalakan dan mematikan alat penyiram tanaman dan lain lain dari jarak jauh, inilah yang menjadi dasar dari IoT.

Internet Of Things dan Pertanian

   Menyalakan dan mematikan penyiram tanaman dari jarak jauh memang terdengar menarik, tapi bagaimana jika kita menambahkan tidak hanya menyiram tetapi juga suatu robot yang dapat mengelola tanaman, menjaga tanaman dari serangan hama maupun ulah manusia seperti mencuri, irigasi pintar yang dapat menentukan kadar air yang pas untuk tanaman-tanaman dan lain lain atau secara keseluruhan adalah suatu Pertanian yang pintar atau Smart Agriculture.

   Mungkin kalau kita dengar kata bertani kita membayangkan kerbau untuk membajak sawah, pacul dan hal lain yang bisa di bilang sudah "Out Of Date" tapi tentu saja hal ini tidak selalu benar kita sudah memodernisasi pertanian dengan mesin seperti traktor alat penanam padi ataupun memotong padi, tapi kita bisa me One Up hal ini menjadi lebih modern lagi dengan mengotomatisasinya. Contohnya suatu sistem irigasi pintar yang dapat memaksimalkan produksi dengan menggunakan air seminimal mungkin dengan menggunakan sensor seperti GPS, sensor kelembapan temperatur untuk di ambil datanya untuk mengontrol air yang di butuhkan, sensor tanah untuk mengetahui keadaan tanah yang dipakai bertani dan lain sebagainya, dan terlebih lagi kita dapat memonitoring dan mengontrolnya dari kejauhan tanpa perlu turun ke lapangan.

Dampak dari IoT: Smart AgriCulture

   Selain dari mempermudah dalam hal bertani terlebih lagi hal ini dapat di monitor dan di kelola dari jauh baik dalam suatu server tapi juga bisa melalui internet melalui web seperti cara anda untuk mengelola router atau modem anda, hal ini bahkan sudah terbukti ampuh untuk meningkatkan hasil pertanian baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Kesimpulan

   Smart Agriculture masih merupakan suatu hal yang baru bahkan IoT pun masih merupakan suatu hal yang cukup baru, dengan adanya internet kita dapat mengembangkat berbagai hal baru tidak hanya pada komputer saja tapi bidang-bidang lain termasuk pertanian ini, Smart Agriculture memang terbukti berhasil dalam penilitiannya tetapi ini bukan suatu akhir tetapi awal dari suatu teknologi pertanian yang baru.

Sumber


Gondchawar, Nikesh.2016.IoT based Smart Agriculture. International Journal of Advanced Research and Communication Engineering Vol 5,issue 6.
www.ijarcce.com/upload/2016/june-16/IJARCCE%20188.pdf )

Sabtu, 19 November 2016

Desain dan Stuktur Organisasi


DEFINISI STRUKTUR ORGANISASI

Robbins mendefinisikan struktur organisasi sebagai penentuan bagaimana pekerjaan dibagi, dibagi, dan dikelompokkan secara formal. Sedangkan organisasi merupakan unit sosial yang dikoordinasikan secara sadar, terdiri dari dua orang atau lebih, dan berfungsi dalam suatu dasar yang relatif terus-menerus guna mencapai serangkaian tujuan bersama.
Dalam konteks desain organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya sebagai proses penentuan keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan, dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau tindakan-tindakan yang dipilih ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi.
Ada enam elemen yang perlu diperhatikan oleh para manajer ketiak akan mendesain struktur organisasi. Ke-enam elemen tersebut meliputi :
  • Spesialisasi Pekerjaan adalah sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi dibagi-bagi ke dalam beberapa pekerjaan tersendiri
  • Departementalisasi adalah dasar yang dipakai untuk mengelompokkan pekerjaan secara bersama-sama
  • Rantai komando adalah garis wewenang yang tanpa putus yang membentang dari puncak organisasi ke unit terbawah dan menjelaskan siapa yang bertanggung jawab kepada siapa. Wewenang sendiri merupakan hak yang melekat dalam sebuah posisi manajerial untuk memberikan perintah dan untuk berharap bahwa perintahnya tersebut dipatuhi
  •  Rentang Kendali adalah jumlah bawahan yang dapat diarahkan oleh seorang manajer secara efisien dan efektif
  •  Sentralisasi – Desentralisasi. Sentralisasi adalah sejauh mana tingkat pengambilan keputusan terkonsentrasi pada satu titik di dalam organisasi
  •   Formalisasi adalah sejauh mana pekerjaan pekerjaan di dalam organisasi dilakukan.

      DESAIN ORGANISASI YANG UMUM

  •  Struktur Sederhana (simple structure)
    Struktur sederhana adalah sebuah struktur yang dicirikan dengan kadar departementalisasi yang rendah, rentang kendali yang luas, wewenang yang terpusat pada seseorang saja, dan sedikit formalisasi. Struktur sederhana paling banyak digunakan oleh usaha-usaha kecil di mana manajer dan pemilik adalah sama. Kekuatan utama dari struktur sederhana ini terletak pada kesederhanaanya. Cepat, fleksibel, tidak mahal untuk dikelola, dan akuntabilitasnya jelas. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa diterapkan pada organisasi yang besar.

  • Struktur BirokrasiStruktur birokrasi adalah sebuah struktur dengan tugas-tugas birokrasi yang sangat rutin yang dicapai melalui spesialisasi, aturan dan ketentuan yang sangat formal, tugas-tugas yang dikelompokkan ke dalam berbagai departemen fungsional, wewenang terpusat, rentang kendali sempit, dan pengambilan keputusan mengikuti rantai komando. Kekuatan utama birokrasi adalah terletak pada kemampuannya menjalankan kegiatan-kegiatan yang terstandar secara efisien. Sedangkan kelemahan struktur birokrasi adalah berlebihan dalam mengikuti aturan, tidak ada ruang untuk modifikasi, kurang inovatif dan birokrasi hanya efisien sepanjang karyawan menghadai masalah-masalah yang sebelumnya sudah diatur dengan jelas cara penyelesaiannya.

  • Struktur MatrikStruktur matrik adalah sebuah struktur uang menciptakan garis wewenang ganda dan menggabungkan departementalisasi fungsional dan produk. Struktur ini dapat ditemukan pada agen-agen periklanan, perusahaan pesawat terbang, labolatorium penelitian, rumah sakit, lembaga-lembaga pemerintah, dll. Kekuatan departementalisasi fungsional terletak misalnya pada penyatuan para spesialis, yang meminimalkan jumlah yang diperlukan sembari memungkinkan pengumpulan dan pembagian sumber-sumber daya khusus untuk seluruh produksi. Sedangkan kelemahannya adalah sulit mengkoordinasi tugas para spesialis fungsional yang beragam agar kegiatan mereka selesai tepat waktu dan tepat anggaran.

Macam - macam Desain Organisasi 

       Desain Organisasi Tradisional
  • Struktur yang simpel : departemensialisasi rendah.
  • Struktur yang fungsional : pembagian departemen berdasarkan fungsi.
  • Struktur yang divisional : terdiri dari beberapa divisi dengan terbatasnya otonomi dibawah koordinasi dan kontrol dari bagian atas perusahaan.

        Desain Organisasi Kontemporer
  • Tim Terstruktur  
    terdiri dari beberapa grup kerja dengan memberi wewenang kepada karyawan untuk memanajemen diri sendiri.
  •  Matriks dan Struktur Proyek 
    Para spesialis ditugaskan untuk mengerjakan proyek yang dipimpin oleh seorang project managers : Matrix and Project Participants mempunyai dua managers dan karyawan terus berkerja pada proyek, dan akan pindah setelah proyeknya selesai.
  • Organisasi tanpa batas-batas organisasi yang jelas 
    desain organisasi yang fleksibel dan tidak terstruktur yang cenderung untuk tidak terdapat penghalang antara organisasi dengan para pelanggan dan supplier.
  • Menghapus penghalang (horizontal).
  • Menghapuskan batas-batas external, mendekat ke stakeholder.
  • Organisasi yang baik adalah organisasi yang bisa belajar, dan organisasi yang belajar adalah sebuah organisasi yang mengembangkan kapasitasnya dengan mempelajari, beradaptasi, dan berubah melalui latihan pengetahuan memanajemen oleh karyawan.

   Dimensi Struktur Organisasi

Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.
  1. Formalisasi
    Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.
  2. Sentralisasi
    Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.
  3. Kerumitan
    Kerumitan  adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.


      Departementalisasi

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut      :
  • Fungsi 
  • Produk atau jasa 
  • Wilayah 
  •  Langganan 
  • Proses atau peralatan 
  • Waktu 
  •  Pelayanan 
  • Alpa-numeral 
  • Proyek atau matriks

Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan –kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
Departementalisasi Divisional :Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).
Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah, regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.
Departementalisasi sendiri dibagi atas beberapa macam yaitu :
  • Departementalisasi berdasarkan pelanggan
    maksudnya perusahaan akan melakukan pembagian penjualan produk ke pelanggan,biasanya ada yang bagian produk laki-laki ataupun perempuan atau tua dan muda. Contohnya adalah pembagian penjualan produk Rexona ada pembagian untuk produk remaja, laki-laki, perempuan ataupun yang xtra berkeringat. Dengan dilakukannya pembagian ini penjualan akan lebih tepat sasaran dan efisien.
  • Departementalisasi berdasarkan produk
    maksudnya perusahaan akan mengelompokan departemen sesuai dengan kelompok produk yang dihasilkan misalkannya pembagian departeman barang untuk mengurusi produksi produk berupa barang dan departemen jasa untuk menangani produk yang berupa jasa.  
  • Departementalisasi berdasarkan proses
    maksudnya pembagian departemen berdasrkan proses pengkerjaannya, misalnya pada perusahaan meubel dibagi atas divisi untuk pengolahan kayu mentah, divisi pembuatan kursi atau meubel kemudian divisi pengecatan.
  •  Departementalisasi berdasarkan geografis
    maksudnya pembagian departeman berdasarkan lokasi penjualan produk misalnya departemen yang mengawasi di jawa dan Bali, di Kalimantan maupun di Sumatera.
  • Departementalisasi berdasarkan fungsi
    maksudnya pembagian departemen berdasarkan aktifitas perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, misalnya departemen produksi, departemen penjualan, departemen pemasaran dan lain-lain.

     
Setelah melakukan pembagian tugas, maka yang harus dilakukan adalah menetapkan hierarki pengambilan keputusan. Bagaimana dalam perusahaan perusahaan yang besar diperlukan cara penentuan pengambilaan keputusan karena tidak mungkin seorang presiden direktur melakukan pengambilan keputusan pada suatu masalah di cabang daerah. Oleh sebab itu maka dibentuklah tingkatan-tingkatan pada organisasi yang mana di tiap tingkatan tersebut terdapat seorang manajer yang dapat memberikan keputusan dan dapat bertanggung jawab kepada pemimpin di atasnya. Sehingga para menajer tersebut memiliki kewenagan untuk melakukan tugas atau misi yang direncanakan oleh organisasi atau perusahaan namun manajer tersebut juga boleh melakukan inovasi-inovasi agar divisi dipimpinnya dapat berkembang dengan syarat harus sesuia dengan misi perusahaan, misalnya BNI 46 mempunyai bebarapa manajer yang mengawasi divisinya. Ada yang mengurusi cabang provinsi maupun cabang-cabang pada kota maupun kabupaten setiap manajer di kota tersebut memiliki kekuasaan untuk memutuskan apabila ada masalah dalam cabang tersebut namun apabila masalah tersebut terlalu besar (berdasarkan survey yang saya lakukan waktu semester lalu) dapat dilaporkan ke pusat misalnya adalah peminjaman uang yang terlalu besar. Maka manajer cabang akan menghubungi kantor cabang provinsi atau pusat terlebih dahulu. Selain itu untuk melakukan pengorganisasian yang baik diperlukan komunikasi yang baik antar kantor cabang di adakan rapat antar kantor cabang yang membicarakan masalah-masalah yang ada pada tiap divisi maupun pada kantor cabang selain itu pada rapat ini sebagai tempat untuk memberiakan pengarahan ataupun misi kepada para manajer pimpinan cabang maupun divisi untuk dapat mengembangkan divisi atau cabangnya.


 Model-model Desain Organisasi

Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain Oganisasi Mekanistik dan Desain Organisasi Organik.
  • Desain Organisasi Mekanistik
    Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan. Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi. Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat. Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental. Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif. Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok, proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
  •  Desain Orgranisasi Organik
    Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan. proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi, proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental. Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.

Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis. Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.


Sumber