Sabtu, 05 November 2016

Kepemimpinan




Definisi 

  • George P Terry
    Kepemimpinan adalah kegiatan dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerja keras dengan penuh kemauan untuk tujuan kelompok. 
  • H.Koontz dan C. O'Donnell
    Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang lain agar ikut serta dalam mencapai tujuan umum. 
  • R. Tannenbaum, Irving R, F. Massarik
    Kepemimpinan sebagai pengaruh antar pribadi yang terjadi pada suatu keadaan dan diarahkan melalui proses komunikasi ke arah tercapainya sesuatu tujuan .

Menurut Wahjosumidjo (1984: 26) butir-butir pengertian dari berbagai definisi kepemimpinan, pada hakekatnya memberikan makna : 
  • Kepemimpinan adalah sesuatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti kepribadian, kemampuan, dan kesanggupan. 
  • Kepemimpinan adalah serangkaian kegiatan pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan serta gaya atau perilaku pemimpin itu sendiri. 
  • Kepemimpinan adalah proses antar hubungan atau interaksi antara pemimpin, bawahan dan situasi. 
Sifat Kepemimpinan

1)   Energi jasmaniah dan rohaniah.
2)   Kesadaran akan tujuan dan arah.
3)   Antusiasme.
4)   Keramahan dan kecintaan.
5)   Integritas.
6)   Pengasaan teknis.
7)   Ketegasan dalam mengambil keputusan.
8)   Kecerdasan.
9)   Keterampilan mengajar.
10) Kepercayaan.

Asas Kepemimpinan

1) Kemanusiaan.
2) Efisien.
3) Kesejahteraan Dan kebahagiaan yang lebih merata menuju pada taraf hidup yang lebih tinggi.

Asas Kepemimpinan

Metode kepemimpinan ialah cara bekerja dan bertingkah laku pemimpin dalam membimbing para pengikutnya untuk berbuat sesuatu maka metode kepemimpinan ini diharapkan bisa membantu keberhasilan pemimpin dalam melakukan tugas-tugasnya sekaligus juga dapat memperbaiki tingkah laku serta kualitas kepemimpinan. Ordway Tead dalam bukunya  “The Art of Administration 1951”  mengemukakan  metode kepemimpinan dibawah ini
  • Memberi perintah
  • Memberikan celaan dan pujian
  • Memupuk tingkah laku pribadi pemimpin yang benar
  • Peka terhadap saran-saran
  • Memperkuat rasa kesatuan kelompok
  • Menciptakan disiplin diri dan disiplin kelompok
  • Meredam kabar angin dan isu-isu yang tidak benar
Tipe-tipe Kepemimpinan

Pada umumnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat diklasifikasikan menjadi lima tipe utama yaitu sebagai berikut :


1. Tipe Pemimpin Otokratis

Tipe pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak.
Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :
  • Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi
  • Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
  • Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata
  • Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap dialah yang paling benar.Selalu bergantung pada kekuasaan formal
  • Dalam menggerakkan bawahan sering mempergunakan pendekatan (Approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.

Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe mimpinan otokratis tersebut di atas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi modern.


2. Tipe Kepemimpinan Militeristis

Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis.
Seorang pemimpin yang bertipe militeristis mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
  • Dalam menggerakkan bawahan untuk yang telah ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama.
  • Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pangkat dan jabatannya.Sonang kepada formalitas yang berlebihan
  • Menuntut disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan
  •  Tidak mau menerima kritik dari bawahanMenggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe pemimpin militeristis jelaslah bahwa tipe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.

3. Tipe Pemimpin Paternalistis

Tipe kepemimpinan fathornalistis, mempunyai ciri tertentu yaitu bersifat fathernal atau kepakan.ke Pemimpin seperti ini menggunakan pengaruh yang sifat kebapaan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimentil.
Sifat-sifat umum dari tipe pemimpin paternalistis dapat dikemukakan sebagai berikut:
  • Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.
  • Bersikap terlalu melindungi bawahan. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. Karena itu jarang dan pelimpahan wewenang.
  • Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya tuk mengembangkan inisyatif daya kreasi.
  • Sering menganggap dirinya maha tau.
Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat diporlukan. Akan tetapi ditinjau dari segi sifat-sifat negatifnya pemimpin faternalistis kurang menunjukkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya.

4. Tipe Kepemimpinan Karismatis
 
Sampai saat ini para ahli manajemen belum berhasil menamukan sebab-sebab mengapa seorang pemimin memiliki karisma. Yang diketahui ialah tipe pemimpin seperti ini mampunyai daya tarik yang amat besar, dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat besar. Kebanyakan para pengikut menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini, pengetahuan tentang faktor penyebab Karena kurangnya seorang pemimpin yang karismatis, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers), perlu dikemukakan bahwa kekayaan, umur, kesehatan profil pendidikan dan sebagainya. Tidak dapat digunakan sebagai kriteria tipe pemimpin karismatis.


5. Tipe Kepemimpinan Demokratis

Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu.
Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:
  • Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia.
  • Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.
  • Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.
  • Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif dan prakarsa dari bawahan.
  • Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
  • Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
  • Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Teori & teknik Kepemimpinan

Teori Kepemimpinan 
  • Suatu penggeneralisasian dari suatu seri fakta mengenai sifat sifat dasar dan perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinan 
  • Dengan menekankan latar belakang historis,dan sebab musabab timbulnya kepemimpinan serta persyaratan untuk menjadi pemimpin 
  • Sifat-sifat yang diperlukan oleh seorang pemimpin,tugas-tugas pokok dan fungsinya,serta etika profesi yang perlu dipakai oleh pemimpin 
Teori-teori yang dimunculkan menunjukan perbedaan dalam: 
  • Pendapat dan uraiannya 
  • Metodologinya 
  • Interpretasi yang diberikan 
  • Kesimpulan yang ditarik 
G.R Terry mengemukakan teori kepemimpinan yaitu teori-teori sendiri ditambah dengan teori-teori penulis lain sebagai berikut: 
  • Teori otokratis 
  • Teori psikologis 
  • Teori sosiologis 
  • Teori suportif 
  • Teori laissez faire 
  • Teori kelakuan pribadi 
  • Teori sifat 
  • Teori situasi 
  • Teori humanistic/populistik 
Teknik Kepemimpinan 
  • Kemampuan dan keterampilan teknis 
  • Melingkupi konsep konsep pemikirannya,perilaku sehari-hari,serta peralatan yang digunakan. 
Etika Profesi Pemimpin dan Etiket 

Paul E Torgersen dalam bukunya “Management and Integrated Approach” menyatakan profesi sebagai: satu lapangan kegiatan (a field of activity) dalam mana terdapat lima kriteria,yaitu: 
  • Pengetahuan 
  • Aplikasi yang kompeten (competent application) 
  • Tanggung jawab sosial (social responsibility) 
  • Pengontrolan diri 
  • Sanksi masyarakat (community sanction) 
Etika profesi pemimpin ialah pembahasan mengenai: 
  • Kewajiban-kewajiban pemimpin; 
  • Tingkah laku pemimpin yang baik,dan dapat dibedakan dari 
  • Tingkah laku yang buruk 
  • Moral pemimpin 
Fungsi kelompok dalam individu : 
  • Kelompok itu memberikan wadah yang social dan ruang hidup psikologis kepada individu,sehingga memunculkan “sese of belonging” (merasa menjadi anggota dari satu kelompok), untk berprestasi dan bekerjasama dengan ornag lain. 
  • Menjadi kader-referensi untuk mengaitkan diri ,sehingga muncul loyalitas dan kesetiakawanan 
  • Memberikan rasa sehingga orang merasa betah. 
  • Memberikan status social kepada individu sehingga dia merasa dihargai, diakui, diterima, merasa mendapat posisi social dan penghargaan dari lingkungannya.
  • Memberikan ideal-ideal, cita-cita,tujuan-tujuan (hidup) tertentu dan asas-asas perjuangan bagi hidupnya. 

Pengambilan Keputusan Pemimpin

Dalam kondisi ketidakpastian dengan banyak perubahan yang mendadak, maka aktivitas pengambilan keputusan merupakan unsure yang paling sulit dalam manajemen, namun juga merupakan usaha yang paling penting bagi pemimpin.
Dalam pengambilan keputusan tersebut tercakup kemahiran menyeleksi da menentukan kputusan yang paling tepat dari sekian banyak alternative jawaban atau pemecahan masalah.
Sehubungan dengan uraian tersebut, maka kepemimpinan itu merupakan kekuatan dinamis yang bias menumbuhkan motivasi, aspirasi, koordinasi, dan integrasi pada organisasi, yang semuanya sangat penting bagi pencapaian tujuan bersama.
H.A Simon dalam bukunya “Administrative Behaviour” (1947), mengemukakan 3 proses dalam pengambilan keputusan yaitu : 
  • Inteligenc activity 
  • Design activity 
  • Choise activity

Kepemimpinan Abnormal

Terkadang kita mengidealisir tokoh pemimpinan dengan sebutan-sebutan gagah perwira, bagus, berkepribadian sekokoh banteng, beribawa, jujur seperti dewa dan lainnya. Kita tak pernah berfikir bahwa semua itu adalah “wishful thinking”. Yang paling penting bagi kita adalah :
  • Kita memerlukan pemimpin yang baik dan bijaksana penuh rasa kemanusiaan 
  • Tidak menempatkan individa-individu yang egoistis dan overambisius, yang selalu mementingkan interest sendiri dan “gila kekuasaan” sebagai pemimpin 
  • Pemimpin yang berani bertanggung jawab .
Struktur masyarakat modern di alam demokrasi memungkinkan individu-individu yang sangat ambisius untuk menduduki kursi kepemimpinan yang paling tinggi. Penonjolan diri sendiri untuk menjabat kursi kepemimpinan itu biasanya merupakan kompensasi dariinferiorias dan kekerdilannya.
Sehubungan dengan semua tadi, efisiensi kepemimpinan itu jangan hanya diukur dengan criteria materiil-finansiil dan produktivitas yang menguntungkan organisasi saja,

Karakteristik Kepemimpinan

Karateristik kepemimpinan pada umumnya dimanapun dan apapun tingkatannya adalah jelas yait dia harus mempunyai kewibawaan dan kelebihan untuk mempengaruhi serta mengajak orang lain guna bersama-sama berjuang , bekerja, dan berusaha mencapai satu tujuan bersama.

Sifat – sifat unggul kepemimpinan yang efektif secara ringas dapat dituliskan sebagai berikut :

“berani, tegas, kaya akan inisiatif, luas pengetahuan da pengalaman, peka terhadap lingkungan dan bawahan , mampu menjalin komunikasi yang akrab, berani mengambil keputusan dan resiko, rela berkorban, mau bermusyawarah dan mufakat , bertanggung jawab dan konsekuen, bersikap terbuka, jujur, mempunyai prinsip-prinsip yang teguh”

Sedangkan karateristik kepemimpinan Indonesia, setiap pemimpin Indonesia perlu memiliki dan mencerminkan Kepemimpinan Pancasila. Kepemimpinan Pancasila yang berasaskan hal-hal tersebut dibawah ini :
  • Ke- Tuhanan Yang Maha Esa
  • Hing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberikan teladan)
  • Hing Madya Mangun Karsa (ditengah memberi motivasi dan kemauan)
  • Tut Wuri Handayani (dibelakang member kekuatan)
  • Waspada Purba Wisesa (waspada dan berkuasa)
  • Ambeg Parama Artha (mempunyai sifat kebenaran)
  • Prasaja
  • Satya (setia)
  • Hemat (Gemi, Nastiti, ati-ati) (hemat,cermat,hati-hati)
  • Terbuka
  • Legawa (rela dan tulus ikhlas)
  • Bersifat Ksatria

Sumber







Tidak ada komentar:

Posting Komentar