Sabtu, 29 Oktober 2016

Inovasi Teknologi Masa Kini - Virtual Realty -


     VR atau Virtual Reality bukanlah hal aneh lagi dalam beberapa tahun terakhir ini dengan keluarnya Oculus Rift, HTC Vive, Playstation VR, eis VR tidak hanya hadir dengan Gadget yang memerlukan anda untuk mempunyai PC High End ataupun Console terbaru tetapi ada pula yang hanya membutuhkan Smartphone anda seperti yang di lakukan oleh Samsung Gear VR dan Google Cardboard. Tapi apa sih itu VR? atau sering saya sebut sebagai "Screen Right In Your Eyes" tapi tentu saja itu tidaklah sesimple itu so hari ini saya akan membahas mengenai Virtual Realty.

Apa Itu Virtual Reality?

  Definisi Virtual Reality datang dari kata itu sendiri "Virtual" dan "reality" . Virtual atau dalam bahasa indonesia adalah maya  yang artinya melakukan Sesuatu hal akan tetapi secara nyata kita tidak melakukan hal tersebut, contohnya pada saat kita berbelanja secara online di dunia maya, kita memang berbelanja tapi realitanya kita hanya duduk diam di depan monitor atau pada setiap software simulasi seperti simulasi pilot pesawat terbang walaupun kita tidak melakukannya secara nyata. Reality atau dalam bahasa indonesia adalah Realita  yang artinya dunia nyata atau apa yang kita rasakan secara nyata. Jadi dapat kita simpulkan Virtual Reality  adalah mensimulasikan dunia maya seakan seperti nyata.
   
 Kita mengetahui bagaimana dunia ini berkat indra perasa dan sistem persepsi yang kita miliki, seperti yang kita pernah pelajari di sekolah seperti indra pendengaran, penciuman, pengecap, penglihatan, dan peraba tapi pada kenyataan indra kita tidak hanya itu saja contohnya saja indra penyeimbang, indra merasakan temperatur dan tekanan, input-input indra perasa inilah di tambah dengan pemprosesan informasi-informasi yang dilakukan oleh otak kita agar kita mendapatkan aliran informasi dari lingkungan kita ke dalam pikiran kita.

  Apa yang kita ketahui tentang realita datang dari indra kita. Dengan kata lain, persepsi kita mengenai realita merupakan kombinasi dari informasi dari indera-indera perasa kita dan mekanisme otak kita agar kita dapat merasakannya. Dengan alasan tersebut, bagaimana jika kita dapat membuat input indra perasa kita dengan informasi buatan? itu artinya persepsi kita akan realita akan ikut berubah menyesuaikannya. Yang artinya kau akan melihat suatu realita yang sebenarnya tidak nyata, tetapi dalam persepsimu itu adalah nyata, seperti apa yang kita sebut dengan Virtual Reality.

  Atau bisa kita ringkas lagi bahwa Virtual Reality adalah memperlihatkan indra perasa kita dengan informasi buatan dari lingkungan buatan yang biasanya di buat oleh komputer yang bisa di jelajahi dan dapat berinteraksi dengan kita sehingga kita dapat menjadi bagian dari lingkungan buatan tersebut.

Bagaimana Caranya?


  Virtual Reality biasanya di lakukan dengan teknologi komputer seperti headset untuk indra pendengar, treadmill omni-directional untuk pergerakan, suatu alat interaksi seperti JoyStick, sarung tangan khusus untuk indera peraba, VR nose mask untuk mencium, VR Goggles Untuk penglihatan. Hal-hal inilah berguna untuk menstimulasi indra-indra perasa kita untuk membuat suatu ilusi realita. Seperti halnya dengan apa yang dilakukan oleh orang di bawah ini dalam sebuah game berjudul The Elder Scroll : Skyrim.

 Dan tentu saja hal ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Otak dan indra-indra kita sudah berkembang sebagaimana rupa agar apa yang indra kita rasa hingga kita benar-benar merasakanya terjadi dengan singkron, aman dan nyaman. Contohnya saja ketika apa yang dirasakan oleh indra penglihatan kita dan indra penyeimbang kita tidak singkron atau terjadi suatu masalah maka akibanya kita akan mengalami yang namnya motion Sickness atau di indonesia biasa di sebut mabuk perjalanan.

 Jadi dalam implementasinya Virtual Reality harus mampu mendapatkan kombinasi software,hardware, dan sinkronisitas sensorik yang sesuai untuk mendapatkan suatu hal yang disebut dengan "Sense Of Presence" dimana kita mencoba agar kita dapat merasakan seperti kita benar-benar ada dalam lingkungan buatan tersebut.

Keuntungan dan Kerugian


  Keuntungan dari adanya VR sudah dapat kita lihat dalam dunia entertaiment seperti video game membuat game tersebut lebih imersif dari pada saat kita melihatnya dari sebuah layar monitar, tentu saja tidak sebatas itu saja VR dapat membantu dalam berbagai macam bidang seperti :
  • Arsitektur
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Seni
  • Militer
Seperti dalam melakukan latihan pesawat tembur ataupun latihan untuk para dokter bedah dimana kita dapat mendapatkan pengalaman yang nyata dengan VR, dan banyak lagi hal lainnya yang dapat di bantu dengan adanya VR.

  Dan tentu saja dimana ada untung disana ada rugi. Yang pertama adalah harga yang tidak murah, tidak hanya VR Goggles saja jika anda ingin mendapakan pengalaman yang ideal dalam VR maka butuhkan juga komputer dengan spesifikasi yang tinggi. Kedua dapat membuatmu Sakit, seperti yang saya bahas sebelumnya ketidaksingkronan dengan indra pengelihatan dan penyeimbang membuatmu mabuk, terlebih lagi gangguan mata, berlama-lama di depan monitor saja sudah berbahaya apalagi jika ini tepat di depan mata anda. Ketiga gangguan secara psikologis, kaitan video game dengan kekerasan bukanlah hal yang baru lagi terlebih lagi ketika kita membuat lebih nyata dengan adanya VR, dan jika kita dapat mendapatkan pengalaman yang baik bearti kita pun mungkin mendapatkan pengalaman buruk bahkan mungkin trauma.

Kesimpulan


  Dapat kita simpulkan Virtual Reality pembuatan suatu lingkungan maya yang di bentuk segimana rupa agar dapat di lihat oleh indra dan otak kita  seperti kita benar-benar berada disana,Virtual Reality menggunakan berbagai macam teknologi agar dapat terwujud, memiliki keuntungan yang luar biasa dan begitupun kerugiannya. Virtual Reality merupakan suatu teknologi yang cukup baru sehingga masih banyak hal yang belum kita ketahui oleh karena itu Virtual Reality masih perlu di pelajari dan di kembangkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dikemudian hari.

Sumber








Kamis, 13 Oktober 2016

TeamWork



Pengertian dan Karakteristik Kelompok

    Kelompok didefinisikan sebagai dua individu atau lebih yang berinteraksidan saling bergantung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. Kelompok dapat bersifat formal maupun informal. Kelompok formal adalah kelompok yang ditetapkan oleh struktur organisasi, dengan penegasan yang ditunjuk untuk menjalankan tugas-tugas. Dalam kelompok formal, perilaku-perilaku yang seharusnya ditunjukan dalam kelompok ditentukan oleh dan diarahkan untuk tujuan organisasi. Kelompok-kelompok yang terbentuk karena masing-masing anggota mempunyai satu atau lebih karakteristikyang sama. Kami menyebut formasi ini kelompok pesahabatan persekutuan social, yang sring dikembangkan dan diperluas dari situasi kerja. Secara garis besar, kelompok adalah suatu unit yang terdiri atas sekelompok/sekumpulan dua orang atau lebih yang berinteraksi dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan secara bersama-sama dalam suatu suatu wadah tertentu.

Pengertian Kelompok Menurut Para Ahli

  1. Menurut Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
  2. Menurut Merton, kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran.
  3.  Menurut Achmad S. Ruky, Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok.
Karakteristik dari suatu kelompok diantaranya adalah : 
  1. Terdiri dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial, baik secara verbal maupun non verbal. 
  2. Anggota kelompok baru mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi anggota suatu kelompok. 
  3. Mempunyai struktur hubungan yang stabil, sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara bersama dan berfungsi sebagai suatu unit. 
  4. Anggota kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama. 
  5. Individu yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama lain, serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya

Tahap-tahap Pembentukan Kelompok

Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman. Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.

  1. Forming
    Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.

  2. Storming
    Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing.

  3. Norming
    Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.

  4. Performing
    Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.

  5. Adjourning dan Transforming
    Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

Kekuatan Teamwork

    Team Work berasal dari bahasa asing terdiri dari dua suku kata Team dan Work. Tim adalah sekumpulan orang berakal yang terdiri atas dua, lima, hingga dua puluh orang dan memenuhi syarat terpenuhinya kesepahaman sehingga terbentuk sinergi antar berbagai aktifitas yang dilakukan anggotanya.
    tujuan yang diingginkan kelompok tersebut. Secara umum, untuk membangun teamwork yang solid dibutuhkan beberapa syarat :
  1. Tidak bersikap individualistisDisuatu team masing-masing individu tidak boleh menunjukan sifat indivudual atau egois. Karena sifat tersebut akan membuat team tidak akan mencapai tujuan yang di inginkan.

  2. Memberikan kontribusi
    Keberhasilan suatu teamwork hanya bisa dicapai karena adanya kontribusi dari setiap individu yang terlibat.

  3. Bersikap fleksibel Ada kesediaan untuk beradaptasi dengan tuntutan lingkungan. Setiap tim harus menjadi ‘learning community’ artinya mereka harus cepat memetakan situasi serta mempelajari ketrampilan baru yang diperlukan untuk menjadi pemenang dalam situasi persaingan

  4. Komunikasi Komunikasi adalah cara untuk saling mengenali satu sama lain. Dalam prosesnya, hubungan yang erat, dimana satu sama lain saling mengenal dengan baik, saling memahami sehingga dapat membaca apa yang sedang dibutuhkan yang lain tanpa harus mengatakannya.

  5. Komitmen
    Setiap anggota harus memberikan komitmen yang tinggi dalam mencapai tujuan perusahaan. Hal ini ditandai dengan sikap loyal, semangat untuk mencapai tujuan, berupaya untuk menampilkan hasil kerja yang berkualitas dan sempurna,

  6. Kepercayaan dan Saling Menghargai Dengan saling percaya dan saling menghormati, tidak ada musuh yang dapat mengalahkan kita. Setaip anggota tim dapat saling bergantung dan berpegang bersama menempuh berbagai tekanan, menghadapi perlawanan, menghadapi persoalan, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.

  7. Patuhilah PemimpinPemimpin sangat dibutuhkan karena mampu menggerakkan anggotanya mencapai tujuan perusahaan. Dalam kerja tim, anggota tim harus bersedia mematuhi pemimpinnya. Meski demikian, ini tidak berarti pemimpin harus menjadi tiran, yang hanya memaksakan kehendak, dan anggota hanya sebagai hamba saja.

Implikasi Manajerial

    Implikasi menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti sebab oleh sebab itu implikasi manajerial di bidang team atau kelompok mengakibatkan banyaknya keuntungan yaitu kegiatan kelompok yang dapat lebih direncakan karena ada proses management team.
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
  1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan.
  2. Implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.

Sumber



Komunikasi


Pengertian Komunikasi

    Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya.Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Komunikasi bukan cuma terkait dengan bagaimana cara menggunakan bahasa tapi sangat terkait juga dalam menyampaikan pesan dalam bentuk yang lainnya seperti tatapan mata, gesture tubuh, serta mungkin intonasi.

Arti Penting Komunikasi

    Komunikasi menjadi penting karena fungsi yang bisa dirasakan oleh pelaku komunikasi tersebut. Melalui komunikasi seseorang menyampaikan apa yang ada dalam benak pikirannya dan perasaan hati nuraninya kepada orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui komunikasi seseorang dapat membuat dirinya tidak merasa terasing atau terisolasi dari lingkungan di sekitarnya.

Jenis Komunikasi

Dalam ilmu komunikasi terdapat beberapa jenis Komunikasi, yaitu :
  • Komunikasi Intrapribadi :
    Komunikasi intrapribadi adalah komunikasi dengan diri sendiri, baik kita sadari atau tidak. Misalnya berpikir
  • Komunikasi Antarpribadi :
    Komunikasi antarpribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan respon verbal maupun non verbal berlangsung secara langsung
  • Komunikasi Kelompok (Kecil) :
    Kelompok sendiri merupakan sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama, yang berinteraksi satu sama lain saling mengenal satu sama lain, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut.
  • Komunikasi Publik :
    Komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah orang, yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi publik meliputi ceramah, pidato, kuliah, tabligh akbar, dan lain-lain.
  • Komunikasi Organisasi :
    Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu organisasi, bersifat formal dan informal, dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari komunikasi kelompok.
  • Komunikasi Massa :
    Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa cetak maupun elektronik yang dikelola sebuah lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar, anonim, dan heterogen. 
Proses Komunikasi

    Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikanpesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi, banyak melalui perkembangan. Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.


Tahapan proses komunikasi adalah sebagai berikut :
  • Penginterpretasian.
  • Penyandian.
  • Pengiriman.
  • Perjalanan.
  • Penerimaan.
  • Penyandian balik.
  • Penginterpretasian.

Proses Efektif

    Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang mampu menghasikan perubahan sikap (attidude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi. Komunikasi Efektif memungkinkan seseorang dapat saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, prasaan, dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.

Tujuan Komunikasi Efektif

    Memberikan kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima pesan.sehingga tercipta feed back antara pemberi dan penerima pesan.
  • Pesan dapat diterima dan di mengerti serta dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
  • Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati oleh pengirim.
  • Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan apa  yang seharusnya dilakukan untuk menindak lanjuti pesan yang dikirim.
Prinsip Dasar Komunikasi Efektif
  • Respect
      Respect adalah Perasaan Positif atau penghormatan diri kepada lawan bicara. Anda menghargai Lawan Bicara sama halnya dengan menghargai diri sendiri. Prinsip menghormati ini harus selalu Anda pegang dalam berkomunikasi.
  • Empathy
       Empathy adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi atau kondisi yang tengah dihadapi orang lain. Anda mampu merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, sehingga komunikasi akan terjalin dengan baik sesuai dengan kondisi psikologis lawan bicara Anda
  • Dapat Didengar    Audible mengandung makna pesan yang harus dapat didengarkan dan dimengerti. Dalam hal ini ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu :Pertamapesan harus mudah dipahami, menggunakan bahasa yang baik dan benar.  Hindari bahasa yang tidak dipahami oleh lawan bicara.Keduasampaikan yang penting. Sederhanakan pesan Anda. Langsung saja pada inti persoalan.Ketiga, gunakan bahasa tubuh  Anda. Mimik wajah, kontak mata, gerakan tangan dan posisi badan bisa dengan mudah terbaca oleh lawan bicara Anda. Tunjukkan kesejatian Anda dengan mengoptimalkan bahasa tubuh dan pesan.Keempatgunakan  ilustrasi atau contoh. Karena analogi sangat membantu dalam penyampaian pesan
  • Jelas
      Adalah kejelasan dari pesan yang kita sampaikan. Salah satu penyebab munculnya salah paham antara satu orang dengan yang lain adalah informasi yang tidak jelas yang mereka  erima.
  • Rendah Hati  Sikap Rendah Hati bukan berarti Anda Rendah Diri, Rendah Hati memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara terlebih dahulu, dan Anda menjadi pendengar yang baik.
Sumber



Sabtu, 08 Oktober 2016

Sistem Informasi & Teknologi Informasi

   
   
Sistem Informasi (SI)

   Sistem Informasi merupakan suatu sistem untuk mengoleksi, membuat, menyimpan, mengorganisir, menyalurkan, dan memanipulasi informasi atau data dalam suatu organisasi seperti untuk memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi informasi kepada manajemen dan yang lainnya mengenai suatu kejadian baik internal maupun eksternal, menyediakan informasi untuk membantu manajemen untuk mengambil keputusan.

   Sistem Informasi dapat di kategorikan dalam 4 bagian :
  1. Sistem Informasi Manajemen (SIM)
  2. Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
  3. Sistem Informasi Eksekutif
  4. Sistem Pemrosesan transaksi
Teknologi Informasi (TI)

   Secara umum, teknologi adalah suatu pengembangan dari aplikasi atau alat, baik berupa mesin, material hingga proses yang membantu manusia dalam mengerjakan beberapa pekerjaan dan menyelesaikan masalah. Sedangkan informasi secara umum adalah hasil dari proses atau manipulasi yang memiliki nilai pengetahuan bagi para pengguna. Jadi secara umum teknologi informasi adalah teknologi yang bermanfaat untuk mengolah data, memproses, menyusun, mengatur, mendapatkan dan menyelesaikan manipulasi data yang menghasilkan informasi berkualitas dan akurat. Teknologi Informasi biasanya berupa Hardware, Software, Database, dan network.


Contoh Sistem Informasi & Teknologi Informasi

     Contoh dari penggunaan Sistem Informasi maupun Teknologi Informasi sebenarnya sudah sering kita lihat baik dalam sebuah organisasi perusahaan seperti SIM, Sistem pendukung keputusan dan lain lain, maupun di masyarakat banyak seperti GOJEK ataupun Mahasiswa dengan Studentsitenya karena hal-hal tersebut pasti membutuhkan suatu sistem informasi untuk mengatur informasi-informasi yang dibutuhkan pada layanan tersebut dan teknologi informasi untuk menunjang layanan tersebut seperti aplikasi android GOJEK, web Studentsite dan tentunya tak luput hardware seperti handphone dan laptop adalah salah satu hasil dari teknologi informasi. 

Perbedaan SI & TI

   Jadi apa sih bedanya antara SI & TI? Pada dasarnya SI & TI merupakan dua hal yang tidak bisa di lepaskan, jadi TI adalah bagian dari SI. Orang-orang sering menyamakan SI dengan TI karena mengangap SI selalu menggunakan komputer yang masuk kedalam teknologi informasi tapi pada kenyataanya SI tidak selalu menggunakan komputer tetapi bisa juga menggunakan kertas dan pensil yang merupakan cara tradisional.
   So kita dapat simpulkan bahwa SI mencangkup keseluruhan TI, SIM, dll sedangkan TI adalah bagian dari SI untuk menunjang agar hasil yang di dapatkan semakin akurat dan efesien.

Sumber

Kamis, 05 Mei 2016

Manusia dan Tanggung Jawab

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB


A. Pengertian Tanggung Jawab


Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau menanggung akibatnya.

Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun tidak disengaja.

Seseorang mau bertanggung jawab karena ada kesadaran atau keinsafan, atau pengertian atas segala perbuatan dan akibatnya atas kepentingan pihak lain. Timbulnya tanggung jawab itu karena manusia itu hidup bermasyarakat, dan hidup dalam lingkungan alam. Manusia tidak boleh berbuat semaunya terhadap manusia lain dan terhadap alam lingkungannya.

Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, dan setiap manusia pasti dibebani dengan tanggung jawab.

Jadi makna tanggung jawab adalah kewajiban atau beban yang harus dipikul atau dipenuhi sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat, atau sebagai akibat dari perbuatan pihak lain, atau sebagai pengabdian, pengorbanan pada pihak lain.

Tanggung jawab adalah ciri manusia beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruk dari perbuatannya itu. Untuk memperoleh dan meningkatkan kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan, penyuluhan, keteladanan, dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B. Macam-Macam Tanggung Jawab

Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :
  • Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.
Contoh:
Belajar adalah salah satu bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri

  • Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
Contoh :
Bekerja merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kepada keluarga

  • Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.
Contoh:
Bergotong-royong membersihkan lingkungan erupakan salah satu contoh tanggung jawab kita terhadap masyarakat

  • Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya.
Contoh:
Membayar pajak merupakan salah satu contoh tanggung jawab kita
terhadap bangsa dan negara


  • Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang dituangkan dalam berbagai Kitab Suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika dengan peringatan yang keras sebab mengabaikan perintah-peintah Tuhan berarti mereka meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan manusia terhadap Tuhan sebagai penciptanya. 
Contoh :

Beribadah merupakan salah satu tanggung jawab manusia terhadap Tuhan


C. Pengabdian Dan Pengorbanan
Wujud dari tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan.

a) Pengabdian
Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga, sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau suatu ikatan, dan semua itu dilakukan dengan ikhlas.

Pengabdian bermacam-macam bentuknya. Yang paling dasar adalah pengabdian kepada keluarga, kepada Tuhan, dan kepada negara.

Pengabdian kepada keluarga, bisa dilakukan dengan menjaga nama baik keluarga, dan tidak melanggar norma dan akidah yang berlaku. Menjaga nama baik bisa dilakukan dengan tidak melakukan perbuatan2 yang melanggar aturan, mensejahterakan keluarga, dan banyak cara yang bisa dilakukan untuk menunjukkan sikap mengabdi.

Pengabdian kepada Tuhan, sangat wajib dan tidak boleh dinomorduakan. Karena manusia adalah ciptaan Tuhan. Dengan tekun beribadah, mengamalkan perbuatan-perbuatan baik, dan tidak melanggar laranganNya.
Contoh :
Beribadah merupakan salah satu pengabdian manusia terhadap Tuhan

Pengabdian kepada negara, juga merupakan kewajiban buat manusia atau individu sebagai warga negara.
Contoh :
Menjadi seorang polisi merpakan contoh pengabdian kepada negara

b) Pengorbanan

Pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan kebaktian, dengan penuh rasa ikhlas dan tidak mengandung pamrih.

Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Jika ada pengabdian, maka ada pengorbanan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan, sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu. Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan, bahkan jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan saja diperlukan.


Contoh :
Seorang ayah yang berkorban untuk bekerja demi menafkahi keluarganya



Senin, 16 November 2015

Fear of Failure


   Beberapa hari yang lalu saya menemukan artikel tentang "Fear of Failure" atau ketakutan akan kegagalan sesuatu yang bagi saya juga sering terjadi so ngak da salahnya saya menshare kembali hal tersebut di sini.
Gagal, siapa sih yang mau yang namanya "gagal"? suatu kejadian dimana realita tidak sesuai dengan keinginan, ketika keadaan malah menjadi 180 derajat berbeda? jelas tidak ada yang mau, sehingga hal ini menimbulkan rasa takut akan kegagalan yang dapat membuat kita tidak jadi melakukan hal tersebut dan membuang sebuah oportunitas besar hanya karena ketakutan yang tidak jelas, seperti terkurung dalam suatu ruangan gelap kita punya kuncinya, kita tau dimana pintu keluarnya tapi kita tidak bisa melangkah pergi menuju pintu tersebut karena kita takut, takut apa yang mungkin ada dalam ruangan itu, takut apa kunci yang kita pegang bukanlah kunci yang cocok, takut karena kita tidak tau apa yang akan terjadi jika kita melangkah dari tempat dimana kita berdiri.

Penyebab
          Untuk mencari penyebabnya, mungkin kita harus mengerti mengenai apa itu “Gagal”. Mungkin tiap orang mempunyai artiannya masing-masing, kegagalan seseorang mungkin saja merupakan suatu pengalaman bagi orang lain. Banyak dari kita yang takut akan kegagalan, setidaknya pasti pada sewaktu-waktu seperti ketika ujian nasional, pada saat melamar kerja, pada saat ingin menyatakan cinta dan lain lain.
            Ketakutan ini bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti akibat dari kritikan orang lain, ketika kita dipermalukan oleh orang lain, mengalami suatu kejadian tidak mengenakan juga dapat menjadi penyebab, seperti ketika sedang belajar menaiki sepeda lalu kita terjatuh dari sepeda ketika sedang latihan yang lalu membuat kita tidak mau lagi belajar sepeda karena takut jatuh lagi, hal ini dapat terus terbawa sehingga kita takut untuk menggunakan sepeda dan bahkan dapat menjulur ke hal-hal lainnya karena kita takut kejadian seperti itu dapat terulang lagi.

Ciri-ciri
         Menurut artikel yang saya baca ada beberapa ciri orang yang memiliki gejala atychiphobia atau ketakutan akan kegagalan ini, yaitu :

  • Enggan untuk melakukan hal yang baru atau ikut dalam suatu tangtangan baru.
  • Sabotase diri, seperti selalu menunda-nunda, terlalu cemas.
  • Kurang percaya diri
  • Perfeksionisme, maksudnya kita hanya mau mencoba sesuatu yang kita yakin bisa menyelesaikannya secara sempurna.

Melawannya 
         Dalam melakukan suatu hal pasti akan ada yang namanya kegagalan dimana pun itu atau apapun itu dan cara untuk melawannya tidak lain adalah berhadapan langsung dengan ketakutan itu. Ada beberapa cara untuk mengurangi rasa takut ini.
            Pertama kita harus menganalisis semua hasil yang mungkin terjadi, kebanyakan orang takut gagal karena mereka “takut” akan suatu hal yang tidak diketahui, dengan membuang rasa takut dan melihat hal-hal yang dapat terjadi dan membuat sebuah rencana yang dapat membuatmu lebih percaya diri.
            Kedua lihatlah scenario terburuk yang mungkin terjadi, hal ini mungkin suatu hal yang sangat “menyeramkan” dan malah menjadi alasan utama kenapa kita takut akan yang namanya gagal, tetapi mungkin saja ini malah sebaliknya scenario terburuk ini bukanlah seburuk yang kita kira dan dengan menyadari hal ini malah dapat membantu kita untuk melawannya.
            Ketiga selalu mempunyai banyak rencana, seperti yang saya katakan pada point pertama, kita harus membuat suatu rencana agar kita dapat lebih percaya bahwa kita akan berhasil dan dengan memiliki lebih banyak rencana B, C, maupun D untuk mengantisipasi akan hal yang tidak diinginkan bukannya akan dapat lebih meningkatkan kepercayaan diri kita lagi?
            Terakhir kita harus selalu Positive Thinking, dengan berfikir positif kita dapat menghilangan rasa takut, cemas, dan efek negative lainnya dan akan lebih percaya diri dalam melakukan suatu hal.

            Long Story Short Ketakutan akan Kegagalan ini hanyalah suatu kebohongan yang dilontarkan oleh kita sendiri, gagal memang selalu ada dan kita tidak bisa menolaknya tetapi sebaliknya kita harus menerimanya dan dengan mengakuinya kita dapat mengantisipasinya. Ingat kata orang bijak “Kegagalan hanyalah kebeberhasilan yang tertunda” so be brave and fight it!